KORANLAPOS.COM – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Lahat melaksanakan gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) pada komoditas padi, khususnya hama tikus, secara serentak di Kecamatan Pagar Gunung, Rabu (30/7/2025).
Kegiatan ini berlangsung di lahan seluas 40 hektar milik Kelompok Tani Sindang Marga IV, Desa Penantian. Dari total hamparan tersebut, seluas 25 hektar menjadi fokus pengendalian. Tanaman di lokasi tersebut berada dalam fase bera atau jeda tanam, yang kerap menjadi waktu rawan serangan hama.
Plt Kepala Dinas TPHP Kabupaten Lahat, Feri Wisnu Ardiansyah, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Ahmad Firdaus, menjelaskan bahwa pengendalian dilakukan menggunakan bahan aktif berupa belerang (brankus) dan brodifakum (umpan kougulan/sabun), yang seluruhnya disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Lahat.
“Pengendalian dilakukan secara manual dengan menggunakan alat sederhana seperti korek api, pemukul kayu, parang, dan cangkul. Selain itu, kami juga membuat rumah burung hantu (rubuha) sebagai bagian dari upaya pengendalian hayati,” ujar Ahmad Firdaus.
BACA JUGA:Promo Umroh Mulai Rp22 Juta, Lahat Pos Gandeng Holiday Angkasa Wisata dan PalTV
BACA JUGA:Terdesak Ekonomi, Pemuda Lahat Dapat Restorative Justice Usai Terlibat Pencurian di ATM
Dalam kegiatan tersebut, berhasil ditemukan 10 ekor tikus, di antaranya tujuh ekor melarikan diri, sementara beberapa lainnya ditemukan mati di dalam lubang.
Tim juga memberikan sejumlah rekomendasi, antara lain agar gerakan serupa dilaksanakan kembali menjelang masa tanam berikutnya, melakukan sanitasi lahan, serta penggunaan rodentisida secara berkala sebagai upaya pencegahan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan petugas teknis, antara lain:
Kabid Tanaman Pangan Dinas TPHP Lahat, Ahmad Firdaus, SP., MM. Koordinator Pengendali OPT Kabupaten Lahat, Tri Mulyantono, S.P. Pimpinan BPP Pagar Gunung, Aswandi, SST. Tenaga P3K dan CPNS POPT Kabupaten Lahat. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Pagar Gunung dan Perwakilan petani dari Kelompok Tani Sindang Marga IV.
Kegiatan pengendalian ini menjadi bagian dari upaya preventif pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan mengurangi potensi kerugian petani akibat serangan hama menjelang musim tanam.