Stok Aman, Harga Terkendali: Lahat Hadirkan Pangan Murah Serentak

Kegiatan ini menjadi upaya menjaga stabilitas harga beras dan minyak goreng di seluruh kecamatan.-Koranlapos.com-Yani / Lahat Pos
Koranlapos.com – Pemerintah Kabupaten Lahat turut ambil bagian dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak yang digelar secara nasional melalui Zoom meeting, Sabtu 30 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh unsur Forkopimda, Asisten II M. Ikhsan Fadli, kepala OPD terkait, Bulog, camat, lurah, serta kepala desa.
Langkah ini ditempuh untuk menekan harga kebutuhan pokok yang belakangan terus merangkak naik, terutama beras dan minyak goreng.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lahat, Ibni Noris, bersama Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Alfatah Dwi Putra, STP, MM, menjelaskan bahwa program ini melibatkan sinergi Bulog, TNI, dan Polri. Di Kabupaten Lahat, GPM menjangkau seluruh 24 kecamatan.
“Alhamdulillah, untuk Lahat tersedia 24 ton beras yang dibagi ke 24 kecamatan. Selain itu, TNI, Polri, dan koramil juga mendapatkan data pelaksanaan dengan tambahan 2 ton,” ujar Alfatah.
BACA JUGA:Jembatan Air Lawai-B Bangkit Lagi, Gubernur Sumsel Target 210 Hari Rampung
Ia merinci, setiap kecamatan akan mendapat jatah 1 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta 100 liter minyak goreng. Produk Bulog menjadi prioritas, karena menyangkut peran BUMN dalam menjaga stabilitas pangan.
Alfatah menambahkan, gerakan ini sesuai instruksi Kepala Badan Pangan Nasional dan Menteri Dalam Negeri agar dilaksanakan rutin setiap minggu di seluruh kecamatan.
Kepala Cabang Perum Bulog Lahat, Dr. Julkhaidar Romadhon, didampingi Asisten Manajer Supply Chain dan Pelayanan Publik, Nidal, memastikan ketersediaan stok aman. “Saat ini di gudang Bulog tersedia sekitar 1.000 ton beras yang tersebar di tiga gudang. Untuk tahap awal GPM, kami sudah menyalurkan 10 ton beras SPHP, dan akan ditambah sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Nidal, GPM memberi manfaat langsung bagi warga. Harga yang lebih terjangkau membantu daya beli tetap terjaga, sekaligus menjadi instrumen penting dalam mengendalikan inflasi di daerah.