Penyaluran Bantuan Pangan 2025 Dimulai dari Tebing Tinggi, Pihak Ketiga Diminta Lebih Peduli

Penyerahan bantuan pangan 2025 di Kabuapten Empat Lawang. Foto : Istimewa _ Koranlapos _ Lahat Pos--

LAPOS,Empat Lawang - Penyaluran Bantuan Pangan 2025 untuk Kabupaten Empat Lawang resmi dimulai pada Sabtu, 29 November 2025. 

Kecamatan Tebing Tinggi menjadi lokasi pertama pelaksanaan, dengan empat desa yang lebih dahulu menyalurkan bantuan, yaitu Pancur Mas, Mekar Jaya, Ujung Alih, dan Air Gading. Desa dan kelurahan lain akan menyusul dalam waktu dekat.

Total penerima bantuan pangan di Kabupaten Empat Lawang tercatat sebanyak 12.324 kepala keluarga. Setiap keluarga menerima 10 kg beras dan 1 liter minyak goreng per bulan, untuk alokasi dua bulan. Pemerintah berharap penyaluran kali ini berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Angkat Prestasi Sumsel dengan Dua Penghargaan Bergengsi di PTBI 2025

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Empat Lawang, Noperman Subhi, menegaskan bahwa penyaluran harus dilakukan secara transparan dan tanpa pungutan liar. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum penyaluran bantuan untuk keuntungan pribadi.

“Bantuan harus sampai kepada penerima sesuai data. Tidak ada lagi namanya pungli dengan alasan apa pun,”kata Noverman.

Ia juga meminta agar data penerima selalu diperbarui. Bila terdapat penerima manfaat yang meninggal dunia, pindah alamat, identitas tidak jelas, atau dianggap tidak layak lagi menerima bantuan.

"Maka jatahnya harus segera dialihkan kepada warga yang masuk dalam daftar cadangan, dengan berkoordinasi bersama kepala desa atau lurah setempat," ujarnya.

BACA JUGA:Bupati Joncik Apresiasi DPRD atas Penyelesaian Raperda Tepat Waktu

Noperman Subhi menyoroti pola kerja pihak ketiga sebagai penyalur bantuan yang selama ini dinilai kurang efektif. Ia meminta mereka lebih aktif turun ke lapangan, bukan hanya memberi perintah dan menerima laporan.

Menurutnya, distribusi bantuan harus diatur dengan baik agar tidak berlangsung hingga larut malam. Faktor keamanan dan kebersihan tempat penyimpanan juga perlu diperhatikan, melibatkan pegawai kantor camat, kelurahan, dan desa—notabene tidak membebankan semua pekerjaan kepada koordinator kecamatan (korcam) dan koordinator desa (kordes).

“Selama ini pola yang dipakai pihak ketiga seperti itu. Mereka tinggal terima beres, tanpa memperhatikan rasa lelah dan tanggung jawab yang dipikul korcam dan kordes,” tegasnya.

Sebelum distribusi, Dinas Ketahanan Pangan bersama pihak kecamatan telah melakukan penempelan stiker pada minyak goreng, sesuai total bantuan yaitu 12.324 paket × 2 bulan.

Titik pembagian bantuan tetap dipusatkan di korcam dan kordes. Untuk mengantisipasi kesalahan dan kekurangan dalam penyaluran, masyarakat diimbau berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Empat Lawang, korcam, dan kordes. Untuk kendala di luar wilayah tersebut, masyarakat dapat langsung menghubungi pihak ketiga.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan