"Dalam kerja sama seperti ini soal alat saja bisa membuat deadlock. Sudah ada guitar pun masih akan berdebat guitar siapa, merek apa dan seterusnya," kenang James.
Maka empat orang itu menciptakan lagu dengan cepat: When You came to My Live. Kelompok lain masih berdebat.
Setelah selesai, yang dari Scorpions menjelaskan: jangan ada anggapan lagu itu akan diluncurkan sebagai lagu Scorpions. James dan Mbak Titiek memahami siapa mereka --dibanding nama besar Scorpions yang dari Hannover, Jerman.
Ternyata, seminggu kemudian, di faksimile kantor James di Jakarta muncul satu lembar faks. Pengirimnya: Scorpions.
Mesin faks itu --belum ada email dan modem saat itu-- berada di tengah antara ruang kerja James sebagai arsitek dan studio James sebagai pencipta lagu.
Staf dari kantor arsitek membaca fac tersebut. "Ini soal musik," ujarnya sambil menyerahkannya ke James.
Dibacalah faks itu: Sporpions ingin memasukkan When You Came to My Life ke dalam album Scorpions. Album terbaru: Pure Instinct.
Padahal album Pure Instinct itu sudah jadi. Berisi 12 lagu. Tinggal cari momentum untuk diluncurkan. Dengan keinginan memasukkan WYCTML berarti harus ada lagunya sendiri yang dicopot dari album.