Siang itu layar TV-nya pas ada tayangan rekaman final Piala FA: Manchester City kalah. Crystal Palace, tumben, juara. Saya nimbrung ikut nonton.
"Crystal Palace pernah ke Jakarta lho," celetuk James.
Ia memang pemain bola. Gelandang. Pemain pujaannya: Jacob Sihasale. Klubnya: Merdeka --di zaman Belanda bernama Maluku Boys Football Association, MBFA.
James lengkap: arsitek ITB, pencipta lagu, pemain bola. Di ruang tamunya kini bergantung banyak kaus tim sepak bola: Persib, Persabaya, Real Madrid, Barcelona. Dengan nama James F. Sundah di punggungnya.
Untuk mengenang almarhumah Titiek Puspa saya minta diputarkan lagu When You Came to My Life. Juga minta diputarkan potongan video saat grup band dunia Scorpions tampil di Jogjakarta. Saat itu Scorpions menyebut nama James dan Titiek Puspa sabagai sahabat Indonesianya.
Ternyata itu ada riwayatnya: LiveAid di Bali. Tahun 1990-an. Pemusik dari seluruh dunia kumpul di Bali. Tahun sebelumnya acara yang sama diadakan di Eropa.
Dari Indonesia hadir 15 orang pencipta lagu. James sudah mengenal banyak mereka yang dari Eropa-Amerika. James mengajak Mbak Titiek ke Bali.
James merasa berhutang budi pada Mbak Titiek. Yakni di saat James dianggap sebagai artis yang di luar pemerintah --tidak mau masuk Papiko -- Mbak Titiek tidak ikut menjauhi James. Bahkan lagu Lilin Lilin Kecilnya akan dimasukkan dalam acara Operet Akhir Tahun Titiek Puspa di TVRI. Yakni acara tutup tahun yang selalu ditunggu-tunggu zaman itu.