Menjelang Panen Raya, Harga Kopi di Empat Lawang Justru Turun, Petani Diliputi Cemas

Petani saat memperlihatkan Kopi miliknya. Foto : Istimewa _ Koranlapos _ Lahat Pos--

LAHAT POS, EMPAT LAWANG – Menjelang masa panen yang diperkirakan berlangsung pada April mendatang, harga jual biji kopi di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, justru mengalami penurunan.

Khususnya di kawasan Lintang, para petani diprediksi akan mulai memasuki panen dalam waktu dekat. Meski demikian, di sejumlah wilayah sudah tampak aktivitas panen lebih awal.

BACA JUGA:Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Ludi–Bertha, Pemkot Pagar Alam Tegaskan Komitmen Bangun Kota Lebih Maju

Di kawasan Muara Pinang dan Pendopo misalnya, beberapa petani terlihat mulai memanen dan menjemur buah kopi di pekarangan rumah mereka. Sebagian lainnya bahkan telah menjual biji kopi kepada pengepul atau tauke setempat.

Namun, harapan untuk menikmati harga tinggi seperti tahun lalu tampaknya belum berpihak pada petani. Harga beli kopi oleh pengepul kini turun dibandingkan sebelumnya. Jika sebelumnya biji kopi berkualitas baik masih dihargai Rp 55 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

“Sekarang kita beli kopi Rp 50 ribu,” ujar salah seorang tauke kopi di Muara Pinang.

Penurunan harga ini menimbulkan kecemasan di kalangan petani. Mereka berharap harga kopi bisa kembali merangkak naik, bahkan menyamai capaian tertinggi tahun lalu.

BACA JUGA:Geely Auto Indonesia Bukukan 1.776 SPK di Indonesia International Motor Show 2026, EX2 Jadi Primadona

“Tahun lalu harga tertinggi itu sempat sentuh Rp 70 ribuan per kilo,” ungkap seorang petani di kawasan Pendopo.

Ia pun berharap, jika harga memang harus turun, jangan sampai berada di bawah Rp 50 ribu per kilogram.

Dengan masa panen yang semakin dekat, para petani kini hanya bisa berharap pasar kembali membaik agar hasil jerih payah selama berbulan-bulan tetap memberikan keuntungan yang layak. (smt)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan