Kondisi Jalan Penghubung Wanaraya-Badar Jaya Memprihatinkan, Warga Terisolasi Saat Hujan
Kondisi Jalan Penghubung Wanaraya-Badar Jaya Memprihatinkan, Warga Terisolasi Saat Hujan.-foto: april-
Lahat Pos, Kikim Barat - Aspirasi masyarakat di pedalaman Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat, kembali mendapat sorotan. Ruas jalan strategis yang menghubungkan Desa Wanaraya menuju Desa Badar Jaya saat ini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Infrastruktur vital yang menjadi nadi ekonomi dan sosial warga ini nyaris tak layak fungsi, terutama ketika musim penghujan tiba.
Pantauan di lapangan, Selasa (25/2/2026), badan jalan di sejumlah titik terlihat berlubang dan bergelombang. Material cor yang dulu mulus kini tinggal kenangan, digantikan oleh kubangan air dan lumpur licin yang membahayakan pengendara. menandakan sudah lamanya jalan ini tidak tersentuh perbaikan berarti.
"Susah sekali. Kalau hujan turun, kami lebih memilih diam di rumah daripada harus keluar. Motor bisa selip, kalau mobil malah takut nyangkut di kubangan," ujar Anto (42), salah seorang warga Desa Wanaraya yang ditemui di sela aktivitasnya.
Jalan sepanjang kurang lebih 2 kilometer ini merupakan satu-satunya akses penghubung bagi warga di dua desa tersebut. Setiap hari, jalur ini digunakan untuk mengangkut hasil perkebunan seperti karet dan kopi, serta menjadi rute utama anak-anak sekolah dan tenaga kesehatan yang bertugas.
Kondisi ini diperparah dengan curah hujan yang masih tinggi di wilayah Sumatera Selatan Khususnya di Kikim area . Air menggenang di hampir separuh badan jalan, memaksa kendaraan roda dua dan empat untuk berjalan merayap dengan risiko tinggi. Warga Badar Jaya bahkan kerap memilih memutar lebih jauh melalui desa tetangga demi menghindari kerusakan terparah, meski harus mengeluarkan biaya bahan bakar lebih besar.
"Kami ini kan daerah pedalaman. Jalan ini harapan kami untuk bisa menjual hasil kebun. Kalau jalan rusak, tengkulak juga malas masuk. Harga jual sawit jadi jatuh," keluh Wawan, petani sawit.
Warga setempat berharap ada perhatian dari instansi terkait. Warga berharap suara dari pedalaman ini segera didengar sebelum aktivitas ekonomi dan pendidikan di wilayah tersebut lumpuh total.