BLK Lahat Buka 3 Program Pelatihan Baru 2026, Ada Pertambangan

Pembukaan pelatihan dihadiri Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof Yassierli ST MT PhD didampingi Bupati Lahat, H Bursah Zarnubi SE, Anggota DPR RI, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), kemarin.--

Lahat Pos, Lahat - UPT LLK UKM Lahat atau Balai Latihan Kerja (BLK) Lahat resmi membuka pelatihan vokasi tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula. 

Pembukaan pelatihan dihadiri Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof Yassierli ST MT PhD didampingi Bupati Lahat, H Bursah Zarnubi SE, Anggota DPR RI, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), serta para peserta pelatihan.

Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan memperluas kesempatan kerja masyarakat.

Kepala UPT LLK UKM Lahat, Agus Senang SIP MM menjelaskan, pelatihan vokasi kali ini mencakup tujuh program kejuruan.

Program tersebut meliputi menjahit pakaian dengan mesin, pemeliharaan kendaraan ringan, practical office advance, pembuatan roti dan kue, merias pengantin muslimah modifikasi, pengelasan, serta pemeliharaan dan perawatan AC rumah tangga.

“Setiap kejuruan diikuti lebih dari 16 peserta, dengan total keseluruhan sebanyak 112 orang,” ungkap dirinya, Senin, 9 Februari 2026 seraya menambahkan, pelatihan ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berupa dana hibah.

Seluruh peserta berhak mengikuti uji sertifikasi kompetensi dan memperoleh sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan.

Ia menyampaikan, bahwasanya BLK Lahat saat ini telah memiliki 12 program pelatihan.

Kedepan pada tahun 2026, pihaknya berencana menambah sejumlah program baru dengan dukungan APBD.

Program tersebut antara lain pelatihan bahasa asing, barista kopi, pertambangan dan alat berat.

“Kami bersyukur BLK Lahat mendapat dukungan yang luar biasa dari pemerintah pusat dan daerah,” pungkas Agus Senang.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan vokasi di BLK Lahat didukung tujuh paket program dari APBN, yang mana memiliki potensi besar untuk berperan lebih strategis sebagai pusat pelatihan vokasi, pusat inovasi, pusat kewirausahaan maupun pusat pengembangan produktivitas.

“Balai latihan kerja tidak boleh hanya menjadi tempat pelatihan. Balai harus mampu mengantarkan peserta hingga terserap ke dunia kerja atau menjadi wirausaha,” ungkap dia.

Dirinya menekankan, pentingnya kolaborasi BLK dengan dunia industri, penguatan fungsi penempatan kerja, serta pengembangan pelatihan berbasis kebutuhan pasar, termasuk keterampilan digital dan kewirausahaan, sehingga dapat menjadi model balai pelatihan yang inklusif, modern dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan