Kasus DBD Tertinggi di Kecamatan Saling

Deri Kurniauan--

Lahat Pos, Empat Lawang - Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang mencatat sebanyak 24 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tersebar di sejumlah kecamatan. 

Dari data tersebut, Kecamatan Saling menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 8 kasus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang, Deri Kurniawan, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Kiki Nurhayati, menyampaikan bahwa meskipun terdapat puluhan kasus DBD, tidak ada korban meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada laporan kematian akibat DBD di Kabupaten Empat Lawang. Seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis dengan baik,” kata Kiki Nurhayati, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa meningkatnya kasus DBD umumnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan, terutama saat musim hujan yang menyebabkan banyak genangan air. Kondisi tersebut menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan penyebab utama penularan DBD.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan aktif melakukan upaya pencegahan sejak dini. 

Salah satunya dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta rutin melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Bersihkan lingkungan sekitar rumah, periksa tempat-tempat penampungan air, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, atau nyeri sendi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya berharap adanya peran aktif seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan, dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah efektif untuk menekan angka kasus DBD ke depannya.

“Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, kami berharap kasus DBD di Kabupaten Empat Lawang dapat terus ditekan dan tidak mengalami peningkatan,” pungkasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan