Gubernur Herman Deru Serukan Perluasan Jaminan Sosial, Target 51 Persen Pekerja Sumsel Tercover 2025

Gubernur Herman Deru mengajak pemerintah daerah, badan usaha, dan desa untuk aktif mendukung program BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sektor informal.-Koranlapos.com-
KORANLAPOS.COM, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan jaminan sosial ketenagakerjaan di provinsi ini. Pernyataan itu disampaikan dalam acara penganugerahan Paritrana Award yang digelar di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (27/8/2025).
Paritrana Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota, desa, dan badan usaha yang dinilai peduli terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan. Acara ini terselenggara berkat kolaborasi Pemprov Sumsel dan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagsel.
Dalam sambutannya, Herman Deru menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, perlindungan terhadap pekerja, terutama di sektor informal, harus menjadi prioritas.
“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi sekaligus ajakan agar semakin banyak pihak yang peduli terhadap jaminan sosial pekerja,” ujarnya.
Herman Deru juga mengajak penerima penghargaan untuk mempublikasikan prestasi ini secara luas. Hal ini diharapkan mampu memotivasi lebih banyak badan usaha dan pemerintah desa agar berpartisipasi aktif.
“Semakin banyak yang mengetahui, semakin banyak yang tergerak untuk memberikan perlindungan kepada pekerja,” tambahnya.
Gubernur menyoroti capaian BPJS Ketenagakerjaan Sumsel yang saat ini masih berada pada angka 31,33 persen. Ia menargetkan pada 2025 cakupan bisa meningkat menjadi 51 persen.
“Target ini harus kita capai bersama. BPJS Ketenagakerjaan harus lebih agresif, dan pemerintah daerah wajib memberi dukungan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Herman Deru memberikan apresiasi atas kesiapan BPJS dalam memberikan santunan kepada anak-anak peserta yang meninggal dunia. Ia menilai hal ini sebagai bukti konkret manfaat jaminan sosial.
“Kami harapkan BPJS semakin proaktif agar tidak ada lagi pekerja di Sumsel yang tidak terlindungi,” imbuhnya.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Muhidin, menjelaskan bahwa Paritrana Award juga bertujuan memotivasi seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas kepesertaan. Ia menyebutkan, selain perlindungan, BPJS juga berperan dalam pemberdayaan dan pendidikan.
“Melalui manfaat beasiswa, BPJS menjamin pendidikan anak pekerja hingga perguruan tinggi dengan nilai maksimal Rp 174 juta,” jelasnya.
Muhidin optimistis target cakupan 51 persen dapat tercapai melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan dukungan badan usaha. “Kolaborasi adalah kunci untuk memperluas perlindungan bagi seluruh pekerja,” tandasnya.