Dokter Hewan

--

Akhirnya Prof Andreas cari jalan memutar: ia membentuk koperasi benih. Banyak petani menjadi anggota Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI).

Benih unggul itu pun tidak dijual kepada umum. Tapi dijual kepada anggota sendiri. Anggotanya kini sudah lebih 6.000 orang. Semua menggunakan benih unggul yang melanggar peraturan itu. Tapi karena hanya dijual ke anggota sendiri, ibaratnya itu hanya urusan internal organisasi.

Kini AB2TI berkembang pesat. Sudah membangun pabrik penggilingan padi sendiri. Pabrik kedua didirikan bulan lalu di Bojonegoro, Jatim.

Mungkinkah cara ''memutar'' Prof Andreas ditiru ilmuwan lain seperti drh Yuda?

Saya tidak tahu seberapa serius pelanggaran yang dilakukan drh Yuda. Jangan-jangan drh Yuda justru bisa jadi ''martir'' kecil-kecilan. Yakni berkat pengorbanannya akan banyak peraturan yang diubah.

Media, umumnya menulis drh Yuda menjalankan praktik stemcell. Rasanya Yuda tidak pernah melakukan stemcell. Ia hanya menjual skretum.

Saya sebenarnya tahu apa beda stemcell dan skretum. Saya menjalani dua-duanya. Berulang kali. Tapi biarlah yang ahli yang menjelaskannya.

Dua-duanya –stemcell dan skretum– memang belum diakui secara kedoketran. Tapi dua-duanya dipraktikkan secara luas. Kian luas. Luas sekali. Lebih luas dari sejuta daun kelor yang dijadikan satu. (Dahlan Iskan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan