Tentu kedelai dibawa ke Amerika dari Tiongkok. Tapi ''darah kedelai'' di Amerika sudah mengalir turun-temurun. Ketergantungan pada rezeki kedelai sudah seperti ketergantungan kita memperebutkan jadi pegawai negeri.
Petani kedelai Amerika sudah sampai pada tahap tidak mau menggantungkan diri pada siapa pun, termasuk pada pemerintah. Mereka punya asosiasi sendiri: ISA –Indiana Soybean Alliance.
Di Illinois ada ISA-nya sendiri: Illinois Soybean Association. Di Iowa juga punya ISA: Iowa Soybean Association. Tiga negara bagian itu memang penghasil kedelai terbesar. Ditambah Ohio dan Minnesota.
Kuatnya petani kedelai bukan main. Mampu menggalang lobi. Sampai membiayai riset.
Saya pun ke pusat risetnya ISA yang Indiana. Di dekat Purdue University. Termasuk riset lapangan. Lahan risetnya 300 hektare.
Saya juga ke pusat riset jagung dan kedelai di Purdue University. Bertemu Prof Yang Yang. Orang Amerika. Asal Wuhan.
--
Di sana kedelai bisa 3,7 ton per hektare karena matahari bersinar lebih panjang dari di Indonesia. Bisa selisih empat jam. Tapi hanya sekali panen setahun. Kita memang bisa dua kali panen –tetap saja 0,6 x 2 = 1,2 ton/hektare.